sebenarnya apa sih yg membuat La Furia Roja sekarang jadi setangguh sekarang? Bukannya di masa lalu mereka selalu terkenal dengan jago kualifikasi dan keok di babak babak penting?
Saya mencoba beranalisis dan analisis saya mengacu pada satu kata yaitu "persatuan". Unity, inilah kunci keberhasilan Spanyol di era Aragones dan Del Bosque. Bagi saya, hanya ada 2 tim yg sukses di World Cup 2010 ini. Dan keduanya berhasil karena persatuan. Yang pertama Spanyol tentu saja, dan yg kedua adalah Jerman.
Coba lihat starting XI milik Spanyol di hampir semua laga Piala Dunia 2010. Jika kita lihat lebih dalam, hanya ada 3 klub yg menyumbang 11 pemain inti di sana. Barcelona (Puyol, Pique, Busquets, Iniesta, Xavi, Villa, Pedro), Real Madrid (Casillas, Ramos, Alonso) dan Villareal (Capdevilla). Yup. Spanyol merupakan tim yang berbasis pemain Barca, hampir mirip seperti Jerman yang berbasis pemain-pemain Munchen.
Lantas kenapa saya menyebut persatuan sebagai kunci utama? Jika melihat sejarahnya, Barcelona atau lebih tepatnya Catalan, merupakan wilayah yang anti-pemerintahan Spanyol. Wilayah ini selalu ingin memisahkan diri dari Spanyol sejak dahulu. Bahkan beberapa tahun ke belakang, mereka sudah mendirikan timnas tak resmi bernama Catalunya dengan bendera garis-garis merah kuning seperti di bawah ini :
Catalunya
Pemainnya ya para pemain Spanyol kelahiran Catalan seperti Xavi, Puyol, Iniesta, Raul Tamudo, dkk. Bahkan beberapa bulan lalu muncul ide gila yaitu melegalisasi keberadaan timnas Catalunya!! Wow, bayangkan kalau FIFA mengabulkan permintaan ini... Untungnya aja ide ini ditolak mentah-mentah.
Nah, sebelum WC2010 bergulir, Del Bosque dengan berani mengatakan bahwa dia akan membentuk timnas Spanyol hasil fondasi Aragones di 2008 dengan berporos pada pemain-pemain Catalan. Total ada 9 pemain kelahiran Catalunya (Valdes-Reina, Puyol-Pique, Busquets-Xavi-Iniesta-Fabregas, Pedro) dan 3 orang pemain kelahiran Basque (wilayah yang ingin memisahkan diri dari Spanyol, persis sema seperti Catalunya) yaitu Xabi Alonso, Javi Martinez dan Fernando Llorente.
5 dari 9 orang Catalonian berhasil menjadi figur sentral di masing-masing pos Spanyol. Pique-Puyol menjadi palang pintu tangguh di depan Iker Casillas, Xavi-Busquet-Iniesta-Pedro menjadi roh lini tengah Spanyol bersama dengan satu pemain Basque (Alonso). Chemistry Catalonian-centre inlah yang menjadi kunci sukses Spanyol.
Alasannya cukup sederhana. Mereka sudah terbiasa bermain bersama di Barcelona. So, ngga perlu penyesuaian lagi dan masing-masing individu ini sudah hapal karakter dan kemauan teman-teman setimnya.
Saat perayaan juara juga, Iniesta memakai kaos bertuliskan "We with you Jarque", persembahan untuk Dani Jarque, pemain Catalunia lain yang meninggal tahun kemarin sewaktu Espanyol tur ke AS. Tak lupa, Antonio Puerta, bek Sevilla yang meninggal sebelum EURO 2008 juga masih diingat oleh seluruh awak tim Matador
Well, congrats sekali lagi buat Spanyol. Semoga persatuan antara pemain Catalunya dan pemain ibukota Spanyol (Madrid-based) bisa terus langgeng selama memakai baju merah kebanggaannya. Di klub boleh saling cerca dan saling menjatuhkan, tapi di timnas selalu bahu membahu mengejar juara
Seperti quote yang saya buat.. "Real Madrid and Barcelona share the World Cup trophy.. Casillas saved them twice and Iniesta finished their job"
VIVA ESPANA!!!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar