sekarang mau nyoba beranalisis dulu ah nyaingin si Paul gurita.
Well, masuknya Spanyol dan Belanda k final lumayan ngagetin para pundit loh. Pertama, rekor World Cup sebelumnya merujuk bahwa belum pernah ada tim dari Eropa yang sanggup menaklukan benua "asing" selama 18 edisi World Cup sebelumnya.
Yang kedua tentu saja hadirnya juara baru sejak Perancis 1998, akan hadir juara dunia ke-8 sepanjang sejarah sepakbola dunia. Itung punya itung selidik punya selidik, kedua tim yg akan bertanding di Soccer City nanti punya sejarah dan perjalanan k final yang berbeda-beda Si merah dari eropa barat punya tradisi jelek banget selama keiuktsertaan world cup. Jumawa di kualifikasi tapi selalu mentok di babak-babak menentukan.
Sementara si oren dari barat daya eropa punya tradisi masa lalu yg bagus tapi belum membanggakan. 2 edisi World cup beruntun 74 dan 78 tapi selalu gagal di puncak Tahun ini pun nasib kedua tim ngga jauh beda. Jumawa di babak kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa dengan rekor 100%, kedua tim juga dapet grup yg relatif enteng di babak awal World Cup Belanda "cuman" kedapetan macan Asia, Jepang, macan Afrika, Kamerun dan tim dinamit yg gagal meledak, Denmark Sementara Spanyol kedapetan Cili, Honduras, dan Swiss.
Nah, ternyata nasib kedua tim justru berbeda di kualifikasi grup. Spanyol tanpa diduga takluk dari defense dewa Swiss dan hampir saja gagal lolos mengikuti tim pecundang lain seperti Italia dan Perancis. Untungnya, Del Bosque tau bagaimana harus bersikap dan bisa sapu bersih sehingga selain lolos juga terhindar dari Brazil di 16 besar. Mulai masuk k babak Knock Out, nasib kedua tim juga masih mulus. Bayangkan aja. Road to final Belanda dan Spanyol relatif enteng bila dibandingkan dengan Jerman. Spanyol "cuman" kedapetan Jerman di semifinal, sementara Belanda kebagian Brazil di 8 besar. Secara permainan, kedua tim gagal menunjukkan kejumawaan selama babak KO. Belanda berkali-kali terlibat laga keras, penuh emosi, drama, dan pragmatis. Sedangkan Spanyol lebih terjebak pada sepakbola naif, IMHO, bermain bagus, indah, tapi seret gol. Bayangkan dari 16 besar hingga semifinal, Spanyol hanya mampu mencetak sebiji gol padahal total passing dan shooting pemainnya paling banyak di antara semua tim. oke, langsung aja deh bedah head to head kedua tim.
Belanda (4-2-3-1)
1-Stekelenburg
2-van der Wiel--3-Heitinga--4-Mathijsen--5-van Bronckhrost
6-van Bommel--8-De Jong
11-Robben--10-Sneijder--7-Kuyt
9-van Persie
-------------
7-Villa
6-Iniesta--8-Xavi--14-Xabi Alonso--18-Pedro
16-Sergio
11-Capdevilla--3-Pique--5-Puyol--15-Ramos
1-Casillas
Spanyol (4-1-4-1)
Marten Stekelenburg vs Iker Casillas

Giovani van Bronckhrost vs Sergio Ramos
Umur masih 24 tahun namun udah memegang rekor caps 66 kali. Sejak sensational move dari Sevilla ke Madrid di 2005, Ramos menjelma menjadi bek kanan terbaik dunia (setelah Maicon tentunya). Garang, tangguh, tanpa kompromi, punya free kick bagus, sundulan bagus, gocekan mantap dan umpan crossing yg akurat. Di WC2010 ini Ramos tak tergantikan di sisi kanan pertahanan Madrid. Agresif melebihi winger dan gemar melakukan cut in serta drible k kotak pinalti. Masih ingat Spanyol vs Jerman? Ramos bahkan punya 2 peluang one on one dengan Manuel Neuer lewat open play! sampai di statistik World Cup sendiri Ramos menempati urutan teratas pemain paling sering melakukan solo run bahkan di atas David Villa, Iniesta dan Bastian Schweinsteiger!
Tapi kelemahan anak muda dari Camas, Spanyol ini adalah kontrol emosinya yg jelek. Ramos sering jadi biang kegagalan Madrid karena kartu merah akibat mudah terprovokasi lawan. Alamat gawat bila bertemu si dirty midfielder Van Bommel
Sementara Bronckhorst sendiri adalah sosok veteran, kalem, namun kurang sigap karena faktor usia jg mungkin ya? Bronckhorst lebih banyak tampil sebagai penyeimbang lini belakang Belanda dan jarang melakukan overlap.
Overall, Ramos masih lebih unggul sebagai full back pendukung serangan ketimbang Bronckhorst
Puyol garang, tangguh, tanpa kompromi dan sering buat frustasi lawan. Sementara Heitinga bertipe kalem, serta masih butuh banyak pengalaman internasional. Secara umum, pairing Pique-Puyol jauh lebih solid dan mantap ketimbang pairing Mathijsen-Heitinga. Puyol-Pique pun unggul dalam bola-bola atas serta lebih bagus membaca serangan lawan. Nilai plusnya lagi, mereka berdua sudah 2 musim bermain bersama di Barcelona sehingga ngga ada masalah dalam komunikasi.
Untuk bek tengah, Spanyol kembali unggul dari Belanda :D
Si dirty midfielder lawan si anak ingusan dari Catalan. Yoi, Busquet dapet beban ekstra besar di debut world cupnya. Menggantikan Senna sebagai jangkar timnas, rupanya membawa berkah bagi Sergio. Gaya main Spanyol dengan berporos pada posession football membuat tugasnya sebagai tukang jegal berkurang. Beliau malah lebih banyak memainkan peran sebagai penerus passing dan menjamin keberlangsungan passing saat Spanyol menyerang.
Sementara Bommel menjelma menjadi gelandang kotor dengan daya juang tinggi, provokasi, akting serta tekel keras tanpa kompromi buat mematikan kreativitas lawan. Tipikal pemain seperti inilah yg dibutuhkan setiap tim untuk mengintimidasi pemain kreatif kubu lawan. Nampaknya Busquet mesti banyak belajar dari seniornya di Barcelona dulu.
Untuk gelandang bertahan, Belanda lebih unggul :D

Arjen Robben vs Andres Iniesta
Otak permainan kedua tim. The Wizard Sneijder melawan master passing dari Catalan. Strong point Wes adalah kemampuannya melakukan long range shoot dan umpan jauh cepat. Sementara kekurangannya adalah ketenangan dalam membaca permainan serta agak mudah terpancing emosinya. Sementara Xavi adalah seorang jendral yg tenang, visi bagus serta mampu membaca situasi permainan. Trio lini tengah Spanyol menjadi trio dengan jumlah passing akurat tertinggi selama World Cup 2010. Xavi-Xabi-Busquet mampu menjelma menjadi passing machine yg mengerikan. Sementara permainan Belanda yg cenderung lambat dan pragmatis ngga begitu menuntut peran lebih dari Wes sebagai pengolah bola.
Oia, keduanya juga bukan pemain yg didukung kecepatan tinggi. Jadi mainnya selow selow aja :D
Untuk dirigen pengatur serangan, saya nilai kedua tim ini berimbang, hanya nilai plus Sneijder adalah doi punya kemampuan scoring yg menakjubkan. Ngga heran jadi top skorer sementara bareng Villa
Tapi kelemahan anak muda dari Camas, Spanyol ini adalah kontrol emosinya yg jelek. Ramos sering jadi biang kegagalan Madrid karena kartu merah akibat mudah terprovokasi lawan. Alamat gawat bila bertemu si dirty midfielder Van Bommel
Sementara Bronckhorst sendiri adalah sosok veteran, kalem, namun kurang sigap karena faktor usia jg mungkin ya? Bronckhorst lebih banyak tampil sebagai penyeimbang lini belakang Belanda dan jarang melakukan overlap.
Overall, Ramos masih lebih unggul sebagai full back pendukung serangan ketimbang Bronckhorst
Puyol garang, tangguh, tanpa kompromi dan sering buat frustasi lawan. Sementara Heitinga bertipe kalem, serta masih butuh banyak pengalaman internasional. Secara umum, pairing Pique-Puyol jauh lebih solid dan mantap ketimbang pairing Mathijsen-Heitinga. Puyol-Pique pun unggul dalam bola-bola atas serta lebih bagus membaca serangan lawan. Nilai plusnya lagi, mereka berdua sudah 2 musim bermain bersama di Barcelona sehingga ngga ada masalah dalam komunikasi.
Untuk bek tengah, Spanyol kembali unggul dari Belanda :D
Si dirty midfielder lawan si anak ingusan dari Catalan. Yoi, Busquet dapet beban ekstra besar di debut world cupnya. Menggantikan Senna sebagai jangkar timnas, rupanya membawa berkah bagi Sergio. Gaya main Spanyol dengan berporos pada posession football membuat tugasnya sebagai tukang jegal berkurang. Beliau malah lebih banyak memainkan peran sebagai penerus passing dan menjamin keberlangsungan passing saat Spanyol menyerang.
Sementara Bommel menjelma menjadi gelandang kotor dengan daya juang tinggi, provokasi, akting serta tekel keras tanpa kompromi buat mematikan kreativitas lawan. Tipikal pemain seperti inilah yg dibutuhkan setiap tim untuk mengintimidasi pemain kreatif kubu lawan. Nampaknya Busquet mesti banyak belajar dari seniornya di Barcelona dulu.
Untuk gelandang bertahan, Belanda lebih unggul :D

Arjen Robben vs Andres Iniesta
Dua orang penggedor kotak pinalti lawan. Yoi, Iniesta dan Robben sama-sama diandalkan kedua tim buat berpenetrasi ke dalam kotak pinalti lawan. Robben punya segalanya. Gocekan, stepover, trick dan kelincahan serta tendangan kaki kiri yg akurat. Sementara Iniesta, meski posisi aslinya dulu adalah seorang gelandang tengah, kelincahan dan driblenya juga mumpuni.
Weak point Robben adalah posisinya sebagai sayap kanan sementara kakinya kidal murni. Hal ini sedikit banyak berpengaruh pada kemarukannya. Coba perhatikan Robben jarang sekali melepas cross ke tengah dengan kaki kanan, tapi lebih banyak cut-in k tengah dan melakukan shot dengan kaki kirinya. Sementara weak point Iniesta adalah masalah balance nya yg kecil. Bisa dimaklumi emang karena tipikal pemain Spanyol memang badannya kecil-kecil.
Untuk posisi winger, Robben masih unggul tipis dari Iniesta setipis rambut kedua pemain ini yg masih muda udah mengalami kebotakan :D
Weak point Robben adalah posisinya sebagai sayap kanan sementara kakinya kidal murni. Hal ini sedikit banyak berpengaruh pada kemarukannya. Coba perhatikan Robben jarang sekali melepas cross ke tengah dengan kaki kanan, tapi lebih banyak cut-in k tengah dan melakukan shot dengan kaki kirinya. Sementara weak point Iniesta adalah masalah balance nya yg kecil. Bisa dimaklumi emang karena tipikal pemain Spanyol memang badannya kecil-kecil.
Untuk posisi winger, Robben masih unggul tipis dari Iniesta setipis rambut kedua pemain ini yg masih muda udah mengalami kebotakan :D
Otak permainan kedua tim. The Wizard Sneijder melawan master passing dari Catalan. Strong point Wes adalah kemampuannya melakukan long range shoot dan umpan jauh cepat. Sementara kekurangannya adalah ketenangan dalam membaca permainan serta agak mudah terpancing emosinya. Sementara Xavi adalah seorang jendral yg tenang, visi bagus serta mampu membaca situasi permainan. Trio lini tengah Spanyol menjadi trio dengan jumlah passing akurat tertinggi selama World Cup 2010. Xavi-Xabi-Busquet mampu menjelma menjadi passing machine yg mengerikan. Sementara permainan Belanda yg cenderung lambat dan pragmatis ngga begitu menuntut peran lebih dari Wes sebagai pengolah bola.
Oia, keduanya juga bukan pemain yg didukung kecepatan tinggi. Jadi mainnya selow selow aja :D
Untuk dirigen pengatur serangan, saya nilai kedua tim ini berimbang, hanya nilai plus Sneijder adalah doi punya kemampuan scoring yg menakjubkan. Ngga heran jadi top skorer sementara bareng Villa
Pemain lain yg berpotensi mengubah arah pertandingan :
Belanda : Rafael van Der Vaart, Ryan Babel dan Eljero
Elia ketiga pemain ini layak dimasukan jika lini depan Belanda mentok. van Der Vaart punya visi yang bagus sebagai playmaker meski jarang tampil di Madrid, Babel dan Elia punya kecepatan setara Robben yang bisa membuat kalang kabut bek Spanyol.
Spanyol : Fernando Torres, Cesc Fabregas, David Silva
Del Bosque lebih beruntung punya banyak tipikal pemain yg bisa mengubah jalannya permainan. Trio Premier League ini sebenernya ngga kalah secara individu dari pemain lain. Hanya saja, tuntutan strategi yang membuat mereka kudu mengawali laga dari bench.
Kedua tim akan menumpuk 5 gelandang di tengah. Maka jangan heran kalau akan banyak adu fisik dan puter-puteran bola di tengah. Momentum kemenangan akan didapat tim yang mampu mencetak gol lebih dulu. Saya prediksikan akan muncul pemenang dengan margin 1 gol tanpa adu pinalti. So, jika melihat dari sisi kualitas dan kemampuan individu serta teamwork, nampaknya untuk laga Super Sunday nanti saya jagokan La Furia Roja sebagai juara dunia ke-8 sekaligus penegasan juara EURO 2 tahun lalu. Namun, berkaca pada laga-laga sebelumnya, faktor nonteknis juga bisa menentukan jalannya laga. Provokasi Belanda, kemampuan individu Robben, hardwork dan determinasi Kuyt serta ling range shoot Sneijder bisa membuat penantian masyarakat Belanda selama 2 final yg lalu berakhir. Jangan lupa juga kalau d World Cup tahun ini sebuah kartu merah dan keputusan kontroversial wasit bisa menentukan nama negara mana yang akan diukir di bagian bawah trophy piala dunia nanti.
Mari berdoa semoga kedua tim menyuguhkan laga yang panas, keras dan menghibur














Tidak ada komentar:
Posting Komentar